
Cara memulai karier di bidang yang belum pernah dicoba
Cara memulai karier di bidang yang belum pernah dicoba – Dalam era kerja modern, berpindah karier bukan lagi hal yang aneh. Banyak orang merasa jenuh di bidang kerja lama, tertarik pada industri yang lebih menjanjikan, atau sekadar ingin mengejar passion yang lama tertunda. Namun, memulai karier di bidang yang belum pernah dicoba tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Tidak hanya butuh keberanian, tetapi juga strategi yang tepat agar transisi berjalan mulus.
Cara memulai karier di bidang yang belum pernah dicoba

1. Kenali Motivasi Pribadimu
Langkah awal sebelum masuk ke dunia baru adalah memahami alasan di balik keputusanmu. Apakah kamu bosan dengan pekerjaan saat ini? Apakah bidang baru ini benar-benar kamu minati? Atau kamu hanya tergiur oleh gaji dan tren?
Mengenali motivasi akan membantumu lebih fokus dalam menjajaki bidang baru. Bila kamu tertarik karena passion dan potensi berkembangnya bidang tersebut, peluang sukses tentu akan lebih besar.
2. Lakukan Riset Mendalam
Sebelum terjun, pelajari seluk-beluk bidang yang kamu minati. Cari tahu:
-
Peran dan tanggung jawab posisi yang kamu incar
-
Skill dan kualifikasi yang dibutuhkan
-
Tren industri dan prospek masa depan
-
Gaji rata-rata dan jenjang karier
Kamu bisa menggunakan platform seperti LinkedIn, Glassdoor, atau mengikuti webinar serta forum diskusi yang sesuai. Membaca pengalaman orang yang telah lebih dulu sukses juga bisa menjadi inspirasi.
3. Temukan Transferable Skills
Meski belum pernah terjun di bidang tersebut, bukan berarti kamu mulai dari nol. Banyak skill dari karier lamamu yang bisa ditransfer, seperti:
-
Komunikasi dan negosiasi
-
Manajemen waktu dan proyek
-
Leadership dan teamwork
-
Problem solving
Identifikasi keterampilan ini dan sesuaikan dengan kebutuhan bidang baru. Tunjukkan bahwa kamu punya modal dasar yang relevan.
4. Mulai dari Proyek Kecil atau Freelance
Sebelum benar-benar pindah jalur, coba terlibat dalam proyek kecil, freelance, atau magang. Ini membantumu merasakan dunia nyata di bidang tersebut tanpa komitmen jangka panjang.
Contohnya, jika kamu ingin masuk dunia UI/UX tapi sebelumnya bekerja sebagai admin, kamu bisa mencoba proyek desain antarmuka sederhana lewat platform seperti Figma atau mengerjakan proyek sukarela di komunitas lokal.
5. Bangun Portofolio dan Kredibilitas
Di era digital, portofolio adalah kunci. Jika kamu masuk ke bidang kreatif, teknologi, atau media, portofolio akan jadi penentu utama dibanding sekadar ijazah.
Buat proyek dummy, ikut kompetisi, atau dokumentasikan progres belajarmu di platform seperti Medium, GitHub, Behance, atau bahkan TikTok dan YouTube.
6. Investasi pada Belajar Mandiri dan Kursus
Jika kamu merasa kekurangan skill teknis, ikutlah pelatihan. Banyak kursus daring tersedia secara gratis maupun berbayar di platform seperti Coursera, Udemy, RevoU, MySkill, hingga Skillshare.
Pastikan kamu mempelajari hal-hal berikut:
-
Dasar-dasar teknis bidang tersebut
-
Tools atau software yang biasa digunakan
-
Sertifikasi yang meningkatkan daya saingmu
Sertifikat dari lembaga terkemuka bisa membantu meyakinkan perekrut bahwa kamu serius.
7. Perluas Jaringan Profesional
Jaringan sangat penting, apalagi saat memasuki bidang baru. Ikutlah komunitas, grup diskusi online, atau event industri. Jangan malu bertanya dan belajar dari mereka yang lebih dulu berpengalaman.
Tips membangun koneksi:
-
Aktif di LinkedIn dan ikut diskusi
-
Ikut event networking atau workshop
-
Hubungi alumni atau teman yang bekerja di bidang tersebut
Kadang peluang karier datang dari rekomendasi, bukan hanya dari lowongan terbuka.
8. Siapkan CV dan Profil LinkedIn yang Relevan
Sesuaikan CV dan profil digitalmu dengan bidang baru yang kamu tuju. Fokuskan pada:
-
Skill yang relevan
-
Proyek atau pengalaman transisi
-
Motivasi pindah bidang (di cover letter)
Gunakan bahasa yang sesuai dengan istilah industri, agar ATS (Applicant Tracking System) bisa mengenali profilmu dengan lebih baik.
9. Siap Mental Hadapi Penolakan
Masuk ke bidang baru berarti kamu bersaing dengan kandidat yang mungkin sudah punya pengalaman bertahun-tahun. Jangan berkecil hati bila ditolak. Terus perbaiki diri dan jadikan setiap wawancara sebagai latihan.
Kuncinya: konsistensi dan kesabaran.
10. Ambil Langkah Kecil, Tapi Konsisten
Transisi karier bukan sesuatu yang instan. Mulailah dari langkah kecil: belajar 30 menit sehari, ikut komunitas, coba proyek, atau mulai buat konten yang menunjukkan kompetensimu.
Seiring waktu, kamu akan punya bekal cukup untuk mulai apply pekerjaan di bidang baru tersebut.
Kesimpulan
Memulai karier di bidang yang belum pernah dicoba memang menantang, tapi bukan hal yang mustahil. Dengan strategi yang tepat — mulai dari riset, belajar, membangun portofolio, hingga memperluas koneksi — kamu bisa membuka jalan menuju dunia kerja baru yang lebih sesuai dengan minat dan potensimu.
Jangan takut gagal. Karena gagal mencoba lebih menyesakkan dibanding mencoba dan belajar dari kesalahan. Masa depanmu bisa dimulai hari ini — di bidang baru yang penuh peluang!